Peserta Diksar Universitas Negeri Siliwangi, Tasikmalaya, Meninggal

mapala indonesia

Dikutip https://betwin188.online/ Kabar berita duka kembali datang dari ranah kampus dan Mapala. Mahasiswa diksar Universitas Negeri Siliwangi Tasikmalaya meninggal. Seorang mahasiswa bernama Rizki Ramdani umur 19 tahun dan tercatat sebagai mahasiswa semester 2 progam studi Sejarah, FKIP, Unsil (Universitas Negeri Siliwangi) meninggal dunia.

Peristiwa meninggalnya mahasiswa pecinta alam usai mengikuti pendidikan dasar atau disingkat ‘diksar’ ini sudah booming akhir Januari 2017 lalu.  Tiga mahasiswa peserta pendidikan dasar Mapala UII atau disebut Unisi meninggal setelah mengalami kekerasan fisik oleh seniornya. Kini sebulan berlalu berita mengenai meninggalnya mahasiswa pecinta alam serupa kembali muncul, yakni di Universitas Negeri Siliwangi, Tasikmalaya, Jawa Barat.

KRONOLOGI
Mapala Unsil atau disebut Qhikaraning Pawarta (Khaniwata) melakukan kegiatan Diksar Mapala (Pendidikan dasar alam bebas “PDAB”) selama sepuluh hari yakni dari tanggal 8-18 Februari. Tercatat ada 10 peserta (1 di antaranya adalah perempuan). Kegiatan diksar tersebut dilakukan dalam dua fase, fase pertama dilakukan di lingkungan kampus Unsil dan yang kedua dilakukan di gunung Cakrabuana, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya. Materi yang diberikan yakni sesuai standar diksar yakni search and rescue, survival, dan long march.

Penutupan kegiatan dilakukan pada 17 Februari dan pelepasan pada 18 Februari 2017. Pada 18 Februari peserta melakukan longmarch menuju Unsil dengan jarak sekitar 5 km kemudian dilanjutkan upacara pelantikan. Usai upacara Rizki Ramdani ditemani ibunya yang datang. Rizki tampak tidak sehat. Rizki dibawa menuju klinik kampus dan pukul 12.45 wib, Rizki dinyatakan meninggal dunia.

Menurut dokter dijelaskan bahwa tidak ada tanda kekerasan pada tubuh Rizki. Rizki meninggal dikarenakan kelelahan. Jenazah langsung dikebumikan di Tasikmalaya, Sabtu pukul 17.00 WIB.

Berikut beberapa pernyataan yang diambil dari berbagai sumber:

Dari Rektor Unsil (Dr. H. Rudi Priyadi)
“Selepas penutupan kegiatan lapangan, peserta masih harus melakukan longmarch sekitar 5 km dari Gunung Cakrabuana menuju jalan raya Pagerageung yang ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Setelah berada di jalan raya, mereka dijemput bis Unsil untuk dibawa transit dulu di sebuah lokasi di wilayah Cibeureum Kota Tasikmalaya untuk menginap semalam untuk memulihkan stamina,”
(sumber: http://www.galamedianews.com/)

Dari Ibunda Rizki (Rosmina)
”Saya sangat sedih ditinggal anak secara mendadak. Saya tidak menyangka kalau anak saya mengalami drop, lemas dan akhirnya meninggal usai mengikuti kegiatan Mapala Khaniwata di Gunung Cakrabuana,” ucapnya. Dirinya mengaku pasrah dan menerima semua takdir tersebut dan selaku orang tua hanya bisa menerima takdir yang maha kuasa serta mendo’akan semoga almarhum diterima disisiNYA dan tenang,”
(sumber: http://wartatasik.com/15226/ditinggal-anak-selamanya-usai-pendidikan-dasar-ibunda-rizky-mengaku-ikhlas )

Dari Pembantu Rektor (Ade Komaludin)
”Sejak awal saya peringatkan, kegiatan akan diizinkan selama memenuhi aturan yang sudah ditentukan, dan mahasiswa panitia kegiatan sudah memberikan laporan kepada saya bahwa dalam kegiatan tersebut sesuai prosedur serta tidak ada kekerasan fisik,”

”Kita sudah rapat dengan bidang Akademik dan Kemahasiswaan, kita akan membentuk tim khusus untuk melakukan pengamatan, penelitian dan mengevaluasi secara menyeluruh tentang Khaniwata dan berbagai kegiatannya. Nanti hasilnya kita evaluasi keseluruhan,”

”Perlu dilakukan evaluasi menyeluruh. Ini sifatnya kasuistis, karena mungkin kejadian yang perlu mendapatkan perhatian khusus, dimana dulu memang pernah ada kasus peristiwa Gua Nyai sekitar tahun 2004. Saat itu menyebabkan korban meninggalnya 8 orang mahasiswa dan mungkin saat itu ada kesalahan perhitungan juga tidak mendapat ijin,”

“lihat fisik calon peserta Diksar dan kondisi medan. Ini perlu membentuk tim agar kedepan kasus serupa tidak terjadi lagi,”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *